Selasa, 19 Mei 2020

Ini Dia Penyebab Rasa Biji Kopi Berbeda-beda!



Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki keragaman yang tidak hanya terletak pada seni, budaya, bahasa, atau suku saja. Kopi yang merupakan komoditas ekspor terbesar juga memiliki keanekaragaman baik dari segi rasa maupun aroma. Hal ini disebabkan oleh jenis biji kopi yang dipergunakan pun memiliki banyak varian, sehingga rasa yang dihasilkan pun beragam dengan karakteristik berbeda.





Kopi merupakan tanaman yang unik dan sensitif. Proses penanganan bibit hingga panen bisa menghasilkan kopi premium dengan citarasa yang berbeda-beda. Tidak hanya itu, tingkat keasaman yang terkandung di dalam tanah pun dapat menyebabkan rasa dan aroma drip coffee yang tersaji dalam cangkir tidak akan pernah sama.

Faktor Penyebab Karakteristik Kopi





Varietas biji kopi menjadi faktor pertama yang menjadi penentu karakteristik kopi. Setidaknya terdapat 140 spesies tanaman kopi yang ada di Indonesia, baik dari jalur murni maupun spesies hibrida atau hasil persilangan antar spesies. Arabika tercatat memiliki spesies turunan terbanyak dibandingkan kopi jenis Robusta atau Liberika. Tentunya dengan catatan, setiap spesies turunan ini memiliki karakteristika yang berbeda dengan induknya.

Terroir pada tanaman kopi menjadi faktor kedua yang menjadi penyebab dominan adanya perbedaan citarasa pada drip coffee yang dihasilkan. Istilah ini sebenarnya diberlakukan untuk menjelaskan kompleksitas rasa pada wine/anggur. Pada tataran konsep, Terroir mencakup pemahaman utuh pada seluruh faktor alam yang memengaruhi citarasa. Sebut saja  kandungan dan struktur tanah, tinggi rendahnya curah hujan, serta angin.

Faktor berikutnya yang juga memengaruhi adalah praktik pertanian dan penanganan paska panen. Drip coffee yang sedap berasal dari biji kopi yang dipetik pada saat matang. Hanya saja waktu matang buah tidak bisa diseragamkan meski berasal dari pohon yang sama. Itu sebabnya kopi dipetik dengan tangan yang telah terlatih memilih berdasarkan tingkat kematangan buahnya.

Setelah melewati masa panen, selanjutnya biji kopi akan melewati masa penyortiran, pengupasan, fermentesi, sampai dengan pengeringan. Setiap daerah memiliki teknik penanganan pengolahan paska panen yang berbeda-beda. Perbedaan teknik ini biasanya terletak pada proses fermentasi. Setidaknya ada tiga macam fermentasi, yakni washed process, semi washed, dan dry process.

Begitu juga dengan proses pembuatan Kopi Biko. Kopi premium ini telah melewati berbagai tahapan untuk bisa menghasilkan drip coffee yang terbaik di kelasnya. Dapatkan kenikmatan luar biasa yang tersaji dalam setiap kemasannya. Harganya juga tidak membuat dompet Anda mengkerut, loh!

Tidak hanya rasa tiap kopi yang berbeda, penyajiannya pun memiliki berbagai metode. Kenali 3 Teknik Sajian Kopi! Yang Mana Gaya Anda?




INGIN BELI KOPI PREMIUM TANPA KELUAR RUMAH? CHECK THIS LINK BELOW!

πŸ‘‰ WHATSAPP
πŸ‘‰ WEBSITE
πŸ‘‰ INSTAGRAM
πŸ‘‰ TOKOPEDIA
πŸ‘‰ BUKALAPAK
πŸ‘‰ FACEBOOK


Mau order atau jadi RESELLER Biko Kopi Premium?
Silakan kontak Whatsapp 08111143999 πŸ€—

Bisa juga dibeli di:
✅ Website πŸ‘‰ https://kopipremium.id
✅ Shopee πŸ‘‰ https://shopee.co.id/kopibiko
✅ Tokopedia πŸ‘‰ https://tokopedia.com/bikocoffee-1
✅ Bukalapak πŸ‘‰ https://bukalapak.com/u/bikocoffee

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Es Kopi Gula Aren: Racikan Kopi Premium Kekinian Yang Wajib Dicoba di Rumah

Menikmati kopi premium tidak selamanya harus dengan air yang panas, at...